
Pemerintah menetapkan PPKM level 3 khusus Natal dan tahun gres (Nataru) di seluruh wilayah RI batal diberlakukan. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut sembilan wilayah aglomerasi mungkin sudah meraih kekebalan golongan (herd immunity) dikala ini.
"Vaksinasi kita juga membaik ya kan. Kemudian, survei yang sementara ada dua. Kemendagri dan Kemenkes juga memamerkan bahwa tingkat antibodi kita cukup tinggi, sehingga kita kemungkinan sudah meraih herd immunity dari sembilan wilayah aglomerasi," ujar Tito terhadap wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat (Jakpus), Selasa (7/12/2021).
Tito melanjutkan, suasana pandemi bersifat dinamis. Dia menyaksikan kemajuan suasana kian baik pada dikala ini walaupun pemerintah masih terus konsentrasi memajukan vaksinasi hingga meraih 70 persen.
"Tapi ini kan semua dinamis, kita menyaksikan angka-angka indikator, lalu tingkat vaksinasi yang meningkat, yang baik. Meskipun perintah Presiden untuk digenjot terus hingga 70 persen target selesai Desember," katanya.
Mantan Kapolri itu menambahkan, pihaknya merujuk pada hasil survei serologi yang memamerkan antibodi penduduk sekarang relatif tinggi. Lantas, ia menuturkan penerapan PPKM level 3 tak jadi dipraktekkan pada masa Nataru selesai tahun nanti.
"Hasil survei serologi antibodi penduduk relatif memamerkan cukup tinggi dari aneka macam indikator ini, pengertian penerapan level 3 tidak dilaksanakan di semua wilayah sebab bila menggunakan ungkapan level 3 nanti di semua wilayah," ujarnya.
Dia menjelaskan, penghapusan penerapan PPKM pada Nataru nanti karena suasana pandemi bersifat dinamis. Lantas, kata dia, dari hasil rapat pemerintah sudah ditetapkan bahwa penggunaan ungkapan PPKM bukanlah level 3, melainkan pembatasan khusus Nataru.
"Karena selama ini juga tiap ahad kita buat perubahan-perubahan, kok. Level saja berubah, jadi sungguh dinamis. Itulah kemajuan yang terakhir dari hasil rapat kemarin di Istana, maka tidak menggunakan ungkapan level 3 tetapi pembatasan khusus Nataru dan diaturnya spesifik," ujar Tito.
Diberitakan sebelumnya, kebijakan PPKM level 3 di semua wilayah dikala Natal dan tahun gres 2022 jadinya batal diterapkan. Pemerintah menetapkan menerapkan kebijakan yang lebih proporsional, merupakan tetap mengikuti asesmen suasana pandemi sesuai yang berlaku dikala ini, tetapi dengan beberapa pengetatan.
Hal itu disampaikan dalam keterangan tertulis dari Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi yang diberi judul 'Penanganan Pandemi Makin Terkendali, Pemerintah Seimbangkan Aturan Menjelang Nataru', Senin (6/12/2021). Perubahan secara rincian akan dituangkan dalam revisi Inmendagri dan surat edaran terkait Nataru lainnya.
Keputusan ini didasarkan pada capaian vaksinasi takaran 1 di Jawa-Bali yang sudah meraih 76 persen dan takaran 2 yang mendekati 56 persen. Vaksinasi lansia terus digenjot hingga dikala ini meraih 64 dan 42 persen untuk takaran 1 dan 2 di Jawa Bali.
Meskipun penanganan COVID-19 relatif terkendali, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menekankan bahwa semua pihak perlu memajukan kewaspadaan. Apalagi dikala ini timbul varian gres Omicron yang sudah dikonfirmasi di beberapa negara.
Lihat juga Video: Indonesia Masih Jauh dari Target Herd Immunity