Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ppkm Level 3 Dikala Nataru Batal, Wagub Dki Minta Warga Tetap Di Rumah

Tuesday, December 7, 2021 | 5:23:00 AM WIB Last Updated 2021-12-07T19:18:16Z
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria
Ahmad Riza Patria (Tiara Aliya/detikcom)

Jakarta -

Pemerintah sentra tentukan tidak menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan penduduk (PPKM) level 3 di seluruh Indonesia pada dikala Natal dan tahun gres 2022. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengimbau penduduk mudah-mudahan tetap berada di rumah.

"Kami bersyukur berterima kasih atas kebijakan yang telah diambil pemerintah pusat, pertama memang kita ketahui dan memahami di selesai tahun di masa libur menyerupai tahun-tahun sebelumnya senantiasa dibarengi pertambahan penyebaran COVID. Kita perlu berhati-hati," ujar Riza di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (7/12/2021).

Riza meminta penduduk tetap waspada serta senantiasa berada di rumah dan mematuhi protokol kesehatan secara baik, bijak, patuh dan bertanggung jawab.

"Kami minta seluruh warga Jakarta tetap waspada, hati-hati, kawasan terbaik ada di rumah, kerjakan prokes secara baik, bijak, patuh, dan bertanggung jawab. Sekalipun kita telah dibatalkan PPKM level 3, memiliki arti Jakarta pada posisi level 2, kita sikapi secara baik, mohon penduduk kebijakan yang bagus dari sentra mesti kita sikapi secara bijaksana dengan cara disiplin menerapkan prokes," ujarnya.

Lebih lanjut, Riza menyampaikan pelaksanaan vaksinasi di Jakarta telah lebih dari 11,2 juta, dan jumlah problem Corona pun terus menurun.

"Kita bersyukur di seluruh Indonesia tergolong di Jakarta, Jakarta COVID-nya telah luar biasa, telah lebih dari 11,2 juta vaksinnya, kemudian COVID-nya turun terus, kemudian juga yang kita syukuri bahwa di Jakarta kita telah memasuki level 1 sebelumnya, kini merespon selesai tahun level 2," paparnya.

Pemerintah membatalkan penerapan PPKM level 3 dikala Nataru 2022. Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan Presiden Jokowi menyodorkan tidak perlu ada penyekatan dikala Nataru.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

"Presiden menyodorkan tidak perlu ada penyekatan-penyekatan, namun diperkuat, di kawasan ruang-ruang publik itu menggunakan PeduliLindungi," ujar Tito terhadap wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/12/2021).

Tito mengimbau penduduk yang belum vaksin mudah-mudahan tidak berpergian. Mendagri mengingatkan bahwa COVID-19 belum sungguh-sungguh hilang.

"Yang vaksin dua kali boleh jalan, yang belum vaksin, jangan jalan lah. Meskipun telah cukup tinggi (angka vaksinasi), namun kita kan yang terpapar ada juga kan, (sekitar) 100-200 kan ada yang terpapar," tambah Tito.

close