Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ppkm Level 3 Dikala Nataru Batal, Wagub Dki Minta Warga Tetap Di Rumah

Tuesday, December 7, 2021 | 5:23:00 AM WIB Last Updated 2021-12-07T19:13:56Z
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria
Ahmad Riza Patria (Tiara Aliya/detikcom)

Jakarta -

Pemerintah sentra menegaskan tidak menerapkan pemberlakuan pembatasan acara penduduk (PPKM) level 3 di seluruh Indonesia pada di saat Natal dan tahun gres 2022. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengimbau penduduk mudah-mudahan tetap berada di rumah.

"Kami bersyukur berterima kasih atas kebijakan yang telah diambil pemerintah pusat, pertama memang kita ketahui dan memahami di simpulan tahun di masa libur seumpama tahun-tahun sebelumnya senantiasa dibarengi pertambahan penyebaran COVID. Kita perlu berhati-hati," ujar Riza di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (7/12/2021).

Riza meminta penduduk tetap waspada serta senantiasa berada di rumah dan mematuhi protokol kesehatan secara baik, bijak, patuh dan bertanggung jawab.

"Kami minta seluruh warga Jakarta tetap waspada, hati-hati, kawasan terbaik ada di rumah, kerjakan prokes secara baik, bijak, patuh, dan bertanggung jawab. Sekalipun kita telah dibatalkan PPKM level 3, memiliki arti Jakarta pada posisi level 2, kita sikapi secara baik, mohon penduduk kebijakan yang bagus dari sentra mesti kita sikapi secara bijaksana dengan cara disiplin menerapkan prokes," ujarnya.

Lebih lanjut, Riza menyampaikan pelaksanaan vaksinasi di Jakarta telah lebih dari 11,2 juta, dan jumlah kasus Corona pun terus menurun.

"Kita bersyukur di seluruh Indonesia tergolong di Jakarta, Jakarta COVID-nya telah luar biasa, telah lebih dari 11,2 juta vaksinnya, kemudian COVID-nya turun terus, kemudian juga yang kita syukuri bahwa di Jakarta kita telah memasuki level 1 sebelumnya, kini merespon simpulan tahun level 2," paparnya.

Pemerintah membatalkan penerapan PPKM level 3 di saat Nataru 2022. Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan Presiden Jokowi menyodorkan tidak perlu ada penyekatan di saat Nataru.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

"Presiden menyodorkan tidak perlu ada penyekatan-penyekatan, tetapi diperkuat, di kawasan ruang-ruang publik itu menggunakan PeduliLindungi," ujar Tito terhadap wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/12/2021).

Tito mengimbau penduduk yang belum vaksin mudah-mudahan tidak berpergian. Mendagri mengingatkan bahwa COVID-19 belum sungguh-sungguh hilang.

"Yang vaksin dua kali boleh jalan, yang belum vaksin, jangan jalan lah. Meskipun telah cukup tinggi (angka vaksinasi), tetapi kita kan yang terpapar ada juga kan, (sekitar) 100-200 kan ada yang terpapar," tambah Tito.

close